Lompat ke konten
🧺
Halo, kenalin

Empat printer,
satu meja,
satu aturan

Toko Nata mulai dari satu printer di sudut kamar, dipakai bikin gantungan nama buat teman yang namanya selalu salah ditulis orang. Ternyata banyak yang punya masalah serupa: barang yang mereka mau cuma dimau oleh mereka sendiri, jadi nggak ada pabrik yang mau bikin sejuta biji.

Sekarang printernya empat, mejanya masih satu, dan aturannya masih sama: kalau bentuknya meleset atau nggak awet, nggak dikirim.

0Barang di katalog
1.244Pesanan dicetak
8Jenis material
34Provinsi terjangkau
Cara kerja Nata

Kenapa nggak nyetok

Toko biasa beli seribu biji, ditaruh di gudang, lalu berharap laku. Yang nggak laku jadi sampah plastik. Nata kebalikannya: printer baru mulai jalan setelah pesananmu masuk.

Konsekuensinya jujur saja ada dua, dan Nata nggak mau menyembunyikannya:

  • Kamu harus nunggu 3–5 hari kerja, bukan dikirim hari itu juga.
  • Harganya bukan harga pabrik, karena tiap barang benar-benar dibuat satu per satu.

Tapi imbalannya juga dua, dan menurut Nata sepadan:

  • Warna, ukuran, dan bentuknya bisa disesuaikan sebelum dicetak — bukan pilih dari stok yang ada.
  • Nggak ada satu gram plastik pun yang dicetak buat berakhir di gudang.

Yang Nata tolak

Ada permintaan yang selalu ditolak, walau bayarannya besar. Ini daftarnya, biar jelas dari awal:

  • Barang penahan beban orang. Pijakan, pegangan tangga, dudukan yang diduduki, atau apa pun yang kalau patah bisa mencelakai. Cetak 3D bukan tempatnya.
  • Tiruan merek. Logo perusahaan lain, karakter berlisensi, atau barang yang tujuannya menyamar jadi produk asli.
  • Senjata dan bagiannya. Tanpa kecuali, tanpa diskusi.
  • Barang yang jelas nggak akan bertahan. Kalau Nata tahu barangnya bakal rusak dalam sebulan, Nata bilang dari awal — bukan diterima dulu, kecewa belakangan.

Kenapa namanya Nata?

Nata itu anak kecil di logo yang ketawanya kelewat lebar. Dia yang jadi wajah toko ini karena begitulah rasanya waktu barang pesananmu keluar dari printer dan ternyata pas — senyum yang nggak bisa ditahan. Nata juga suka nanya "kenapa nggak dibikin aja?", dan itu pertanyaan yang bikin toko ini ada.

Punya ide aneh?

Itu justru bagian favorit Nata. Ceritakan saja.

💬 Tanya Nata